28 Agustus 2025
Menjaga Kesenian dan Kebudayaan dari Reduksi Ekonomi

Sumber: antaranews.com

Faktabiz – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena, menegaskan bahwa seni dan kebudayaan tidak boleh direduksi hanya dalam konteks ekonomi. Hal tersebut ia sampaikan setelah berdiskusi dengan sejumlah seniman kontemporer di Galeri Semarang pada Minggu. Ia mengingatkan agar aspek finansial tidak menjadi satu-satunya tolok ukur dalam menilai nilai seni dan kebudayaan.

Dalam pertemuan itu, ia menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang mengaitkan kesenian dan kebudayaan dengan aspek ekonomi semata. Menurutnya, walaupun sektor ekonomi kreatif memang berperan dalam perkembangan seni, bukan berarti kesenian harus selalu diukur dari nilai komersialnya. Ia mengingatkan bahwa seni dan budaya memiliki makna lebih luas yang tidak bisa hanya dinilai dari segi keuntungan materi.

Menurutnya, kebudayaan dan kesenian seharusnya menjadi sumber inspirasi di berbagai bidang kehidupan, terutama di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak bersikap otoriter atau melakukan penindasan terhadap kebebasan berekspresi dalam seni dan kebudayaan. Menurutnya, kebudayaan harus dibiarkan berkembang secara alami dan akan menemukan bentuknya sendiri seiring waktu.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti peran seni dalam memberikan semangat bagi masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Seni dianggap mampu menjadi sumber inspirasi yang memberikan harapan serta menjadi wadah bagi individu untuk mengekspresikan diri dan memahami dunia di sekitarnya.

Chris Dharmawan, pemilik Galeri Semarang, turut menyampaikan pandangannya mengenai kebudayaan. Menurutnya, kebudayaan merupakan manifestasi dari pemikiran manusia yang terwujud dalam ide, tindakan, serta karya seni. Ia menekankan bahwa kebudayaan tidak terbatas hanya pada seni, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain seperti agama, politik, cara berpakaian, bahasa, makanan, arsitektur, hingga kebiasaan hidup sehari-hari.

Sementara itu, seniman kontemporer Rudy Murdock juga menambahkan bahwa seni memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan. Ia menyampaikan prinsip yang dipegangnya, yaitu “no art, no future,” yang berarti bahwa tanpa seni, masa depan tidak akan memiliki arah yang jelas. Menurutnya, seni harus mampu menginspirasi perubahan, terutama dalam membawa perbaikan bagi kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi individu, tetapi juga sebagai alat untuk mendorong transformasi sosial yang lebih baik. Harapannya, seni dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negara.

Dengan berbagai pandangan tersebut, semakin jelas bahwa seni dan kebudayaan memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar aspek ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku seni, untuk terus menjaga dan mengembangkan kebudayaan tanpa harus mengorbankan nilai-nilai esensialnya demi keuntungan finansial semata. Keberlanjutan seni dan budaya harus dijamin agar dapat terus menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *