26 Agustus 2025
Turki Dukung Rencana Mesir untuk Gaza

Sumber: antaranews.com

Faktabiz – Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyerukan agar upaya penyelesaian konflik di Gaza dilakukan berdasarkan rencana yang telah disusun oleh Mesir. Pernyataan tersebut disampaikan pada pertemuan Kelompok Kontak Gaza Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab yang berlangsung di Kairo. Sumber diplomatik mengungkapkan bahwa Fidan menilai rencana tersebut sebagai kerangka kerja yang konstruktif dan telah mendapat dukungan dari seluruh anggota OKI.

Dalam pidatonya, Fidan menyoroti bahwa hingga saat ini, tindakan genosida, pemindahan paksa, dan sistem apartheid masih terus berlangsung di Gaza. Ia juga mengungkapkan bahwa serangan udara yang dilakukan oleh Israel pada 18 Maret menunjukkan adanya agenda yang lebih luas dari pihak Israel dalam konflik ini.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kebijakan ekspansionis Israel semakin terlihat jelas melalui tindakan mereka dalam mencegah distribusi bantuan kemanusiaan serta serangan yang terus dilakukan terhadap wilayah Suriah dan Lebanon. Menurutnya, selama Israel tidak dihentikan, perdamaian di kawasan tersebut tidak akan tercapai.

Fidan menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah menghentikan kehancuran di Gaza dan memastikan adanya gencatan senjata yang bersifat permanen. Ia juga menekankan bahwa tekanan internasional terhadap Israel harus terus ditingkatkan agar agresi yang dilakukan dapat dihentikan secara efektif.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya peran organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya mendorong gencatan senjata segera dan permanen. Ia menilai bahwa mekanisme yang dimiliki oleh PBB dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memastikan adanya langkah konkret dalam menghentikan kekerasan yang terjadi.

Sebelumnya, pada 4 Maret, negara-negara Arab yang menghadiri pertemuan darurat tingkat tinggi di Kairo telah menyetujui Rencana Mesir yang bernilai 53 miliar dolar AS, atau sekitar Rp878,2 triliun, untuk membangun kembali Jalur Gaza. Rencana ini dirancang agar warga Palestina tidak perlu meninggalkan tanah mereka saat proses rekonstruksi berlangsung.

Rencana tersebut muncul sebagai respons terhadap usulan yang sempat disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Ia pernah mengusulkan agar Gaza “diambil alih” dan penduduknya dipindahkan untuk mengembangkan wilayah tersebut menjadi kawasan yang disebut sebagai “Riviera Timur Tengah.”

Namun, usulan dari Trump tersebut mendapatkan penolakan luas dari negara-negara Arab serta banyak negara lain di dunia. Mereka menilai bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari upaya pembersihan etnis yang bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan dan hak asasi manusia.

Dengan adanya dukungan dari Turki terhadap Rencana Mesir, diharapkan tekanan internasional terhadap Israel dapat semakin kuat dan mendorong terciptanya solusi yang lebih adil bagi rakyat Palestina. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mempercepat terwujudnya gencatan senjata permanen serta memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat disalurkan tanpa hambatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *